:::: PERATURAN AKADEMIK ::::

| Sistem Pendidikan, Masa Studi dan Indeks Prestasi | Beban Pengambilan SKS | Penilaian dan Evaluasi | Ospek, Proyek Perangkat Lunak dan Proyek Akhir | Yudisium Kelulusan | Pelanggaran Akademik | Sanksi Akademik | Bimbingan Konsultasi | Pemberhentian Mahasiswa | Registrasi dan Mengundurkan Diri | Perwalian | Cuti Akademik | Semester Pendek | Prosedur Administrasi Akademik |

 

CUTI AKADEMIK  

  1. Cuti Akademik adalah sebuah hak yang diberikan oleh STMIK DCI kepada mahasiswa karena alasan kemanusiaan tertentu yang dapat diterima oleh Pimpinan STMIK DCI, misalnya karena hamil bagi wanita, karena sakit yang membutuhkan perawatan khusus yang lama, karena sedang dalam kasus kehakiman, ditunjuk untuk mewakili kontingen dalam keolahragaan, atau karena mewakili peristiwa penting dalam kemasyaratkan dan kenegaraan. Cuti Akademik tidak diberikan/ tidak diijinkan kepada mahasiswa dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti alasan ingin istirahat dari perkulihan, alasan ingin liburan tanpa sebab yang berarti, alasan malas kuliah, alasan menunggu teman yang masuk, dan lain-lain alasan yang sejenis.
  2. Ketentuan umum cuti akademik adalah sebagai berikut :
    • Setiap mahasiswa STMIK DCI berhak melakukan Cuti Akademik;
    • Cuti akademik dapat diambil menggunakan pedoman satuan periode waktu semester;
    • Setiap mahasiswa yang mengambil Cuti Akademik wajib mengikuti prosedur registrasi setiap semester sesuai jadwal pada kalender akademik STMIK DCI yang berlaku;
    • Cuti Akademik dapat diambil maksimal 2 x satu semester dari seluruh waktu studi pada setiap program studi di STMIK DCI;
    • Cuti Akademik tidak memperpanjang batas waktu studi yang ditetapkan oleh masing-masing program studi di STMIK DCI.
  3. Prosedur yang harus dilakukan untuk memperoleh Cuti Akademik adalah :
    • Mahasiswa mengajukan surat permohonan Cuti Akademik dengan alasan tertentu kepada Ketua STMIK DCI minimal satu bulan sebelum jadwal perkuliahan semester dilaksanakan, sesuai dengan kalender akademik yang berlaku;
    • Surat permohonan yang diajukan mahasiswa harus sepengetahuan orang tua/ wali;
    • Apabila alasan diterima, Ketua STMIK DCI akan memberitahukan kepada mahasiswa yang mengajukan Cuti Akademik tersebut bahwa Cuti dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di STMIK DCI;
    • Mahasiswa melakukan registrasi sesuai dengan dengan ketentuan yang berlaku;
    • Mahasiswa melakukan perwalian dan tetap wajib mengisi FRS dengan jumlah SKS nol;
    • Membagikan formulir FRS sesuai dengan ketentuan, yaitu satu untuk arsip mahasiswa, satu untuk diserahkan kepada Dosen Wali, dan satu untuk diserahkan ke bagian BAAK.
  4. Sanksi terhadap penyimpangan cuti akademik adalah
  5. Apabila mahasiswa yang melakukan Cuti Akademik tidak mengikuti ketentuan yang berlaku di STMIK DCI, maka mahasiswa tersebut wajib memenuhi kewajibannya sebagaimana aturan perkuliahan yang berlaku;
  6. Apabila poin (a) tidak dilaksanakan maka mahasiswa tersebut akan dikenai sanksi berupa pencabutan status mahasiswa dari STMIK DCI.

 

Jadwal Kuliah Semester Ganjil 2016/2017